[Maaf karena ada kendala teknis untuk sementara belum bisa pasang fotonya di sini, rencananya memang di setiap blog tentang arti kartu, akan ada foto 3 kartu berdampingan masing-masing dari Rider-Waite Smith, The Crystal Tarot, dan Tarot Nusantara, tapi sementara belum bisa pasang fotonya… Harap maklum.]

Salah satu kata kunci untuk kartu 9 of Wands adalah “defensif” (kadang bukan sekedar “melindungi diri sendiri” secara pasif, tapi juga tidak melawan secara agresif). Laki-laki yang dalam kartu ini berdiri dengan 8 tongkat yang ditancapkan ke dalam tanah sehingga membentuk memacam ‘benteng’ pertahanan, sementara dia menunggu dan mengantisipasi sesuatu. Kalau dilihat dari gesture-nya lelaki dalam kartu mengantisipasi hal atau kejadian yang negatif (misalnya: diserang). Atau mungkin apa yang dia takutnya sebenarnya tidak ada, hanya saja dia paranoid.

Kalau dilihat dengan cara lain, lelaki dalam kartu ini melambangkan “kesiapan“, bisa dalam arti siap menerima keburukan/paranoid, atau bisa juga artinya dia orang yang sigap atau tipe orang yang selalu satu langkah lebih maju dari lawan atau saingannya (cepat tanggap). Atau dalam konteks yang lebih positif (kalau kartu-kartu yang berada disekitarnya banyak yang positif, atau pertanyaannya juga positif) bisa juga berarti sudah siap mendapatkan apa yang sudah lama diharapkan.

Perhatikan bahwa figur lelaki dalam kartu ini bukan hanya berdiri biasa saja, tetapi ia terlihat bertumpu atau bergantung pada tongkat yang dia pegang. Mungkin dia satu-satunya orang yang berjaga di situ (kenapa ada 8 tongkat lain tapi tidak ada yang menjaga? Apakah dia sendirian? Apakah karena tidak ada yang bisa bergantian berjaga, ia terpaksa harus menjaganya sendirian? Mungkin karena dia harus berjaga sendirian, dia menjadi lelah dan harus bertumpu pada tongkat tersebut). Bisa jadi dia lama menunggu hal yang dia takutkan akan terjadi, tapi tidak kunjung terjadi juga. Atau dia hanya paranoid dan energinya terkuras untuk melindungi dirinya sendiri, padahal selama ini tidak ada yang perlu dia takutkan…

Tapi walaupun ada kemungkinan dia hanya paranoid, tapi perhatikan di kepalanya ada perban. Lelaki di kartu ini memang pernah disakiti, jadi kekhawatiran dia bukan tanpa alasan, hanya saja mungkin nggak semua orang harus dia curigai. Karena nggak semua orang seperti yang pernah menyakiti dia dulu. Mungkin dia bersandar di tongkat tersebut karena dia sedang berusaha untuk mengumpulkan semua kekuatannya untuk membela diri, padahal ia sudah lemah.

Dalam keadaan tegak, mungkin bisa diartikan secara lebih positif sebagai “mampu melindungi” diri sendiri, orang lain, atau kepentingan.

Dalam keadaan terbalik, bisa berarti rentan atau gampang diserang (tetapi tergantung konteks pertanyaan juga, misalnya bisa saja kartu ini dalam posisi terbalik bisa berarti orang yang terlalu tertutup atau menutup diri karena, misalnya takut disakiti, mulai membuka diri). Bisa juga menandakan sesorang yang sudah lelah bertahan atau bosan.

Beberapa kata kunci lain untuk kartu ini: Waspada, menghadapi tekanan, mengharapkan yang terburuk akan terjadi, tidak mau menyerah, terus bertahan, stamina, dan kesehatan (imunitas) yang baik. Tapi sangat tidak disarankan untuk menggunakan tarot atau astrologi untuk persoalan kesehatan. Kalau ada keluhan, ke dokter medis.


  • Ketika kartu ini muncul dalam pembacaan dengan pertanyaan yang berkaitan dengan cinta/hubungan, biasanya ini menandakan orang yang takut disakiti atau menunggu seseorang. Tongkat yang ditancapkan ke dalam tanah menyerupai benteng jeruji yang ada untuk melindungi perasaan orang tersebut. Mungkin ada trauma pernah disakiti sehingga menjadi hati-hati dalam menjalankan hubungan (atau malah terlalu hati-hati sehingga orang jadi susah mendekati). Susah percaya dengan orang.
  • Dalam pembacaan yang berkaitan dengan bisnis, ini bisa berarti persaingan (terutama yang akan/telah berlangsung lama).
    Iklan